Persiapkan Diri Untuk Menyambut Bulan Suci RAMADHAN

university ramadhan

Seorang Muslim dianjurkan mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadhan. Sejumlah persiapan, di antaranya meliputi kesiapan intelektual, mental, spritual, dan fisik. ujar Ust Bachtiar Nasir, Pimpinan Arrahman Quranic Learning (AQL)
Persiapan intelektual, sangat dibutuhkan seorang Muslim agar mereka dalam menjalankan ibadah puasa memahami tujuan dan hakikat amal ibadahnya tersebut.
“Jangan sampai berpuasa, bersahur, mengejar Lailatul Qadar tidak mengerti ilmunya. Persiapan intelektual seperti ini wajib hukumnya, karena prinsipnya al ilmu qoblal amal, berilmu dulu sebelum beribadah,” katanya dalam acara Launching Program Spesial Ramadhan 1436 H di sekretariat AQL, pada Jum’at (12/6/2015).
Lanjutnya, persiapan mental juga sangat penting di bulan Ramadhan. Persiapan mental lebih utama dibandingkan persiapan fisik. Tantangan mental untuk meninggalkan keburukan yang dilakukan di luar ramadhan lebih dibutuhkan dari sekedar kesiapan fisik. Selain itu, berpuasa tidak seperti ibadah haji yang sangat menghadapi tantangan fisik yang keras.
“Setan tidak mungkin rela seorang manusia tiba-tiba berubah menjadi baik, padahal syetan selama 11 bulan sudah membentuk habit di diri manusia. Kalau kita tidak melawan mental jahiliyah dan syahwatiyah dari sekarang, kemunkinan kita masih jadi tukang tidur, malas qiyamul lail, dan takut bersedekah selama Ramadhan. Mental juang harus dipersiapkan,” terangnya.
Selanjutnya, persiapan yang paling utama adalah persiapan spiritual atau persiapan Imaniyah. Manahan diri sejak sahur untuk tidak makan dan minum membutuhkan konsentrasi spiritual yang penuh. Sejumlah amalan diperlukan untuk mengawal suasan spiritual tersebut, sepeti berzikir, membaca Al-Quran, murajaah Al-Quran, dan ibadah lainnya.
“Sambil mengurangi kesibukan-kesibukan yang melalaikan spiritualitas atau keimanan kita. Kurangi sepenuhnya, seperti dikatakan sahabat; beruntunglah mereka yang siap di bulan Sya’ban maka akan beruntung di bulan Ramadhan,” ungkapnya.
Kemudian, persiapan fisik yang dibutuhkan di bulan Ramadhan adalah seorang Muslim harus mampu beradaptasi dan menjaga siklus aktivitas yang berbeda di bulan lainnya. “Jadi, ritmenya harus menyesuaikan aturan waktu yang diatur oleh Allah dan As-Sunnah,” ungkapnya.
Seperti saat berbuka puasa, seorang Muslim harus bisa menyikapinya dengan benar. Buka puasa jangan dijadikan ajang balas dendam untuk makan sebanyak-banyak yang justru dapat menyebabkan efek buruk bagi kesehatan.
“Berbuka puasa itu target utamanya bukan kenyang, tapi thohur atau memebersihkan, membersihkan tenggorokan, membersihkan pencernaan. Jadi target buka puasa itu bukan minum yang manis, bukan kenyang, tapi Thohur.
Begitu juga dengan pola tidur, seorang Muslim harus bisa bangun di dua pertiga malam berdasarkan surat al Muzammil. Pada surat itu, ditekankan juga seorang Muslim untuk rajin membaca, menghafalkan, atau mengulang-ulang hafalan al-Qur’an meski kondisi fisik dan waktu terbatas. Seperti dalam kondisi, sakit, sibuk, bahkan dalam kondisi sedang berjihad fi sabilillah.
“Baca Al-Quran ini yang tidak boleh dilalaikan. kalau mau hebat lagi jalankan sabda Nabi untuk berinfaq seolah-olah sedang mengarahkan dirinya ke dalam kehancuran tetapi di jalan kebenaran. Kalau kita bisa menjaga ritme ini insyaAllah Ramadhan menjadi berkah buat kita,” tandasnya.
Sumber : kiblat.net
Dirangkum : Firza Al Qassam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s