Antara Aku dan AL Quran

1044360_10200123078668734_1705910433_n

Sebentar lagi bulan yang suci akan menghampiri, bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keutamaan.

Itulah bulan Ramadhan, bulan yang banyak mengandung keberkahan.

Tentu kita tahu bulan Ramadhan adalah bulan al-Qur’an, maka Ramadhan tak akan pernah bisa dipisahkan dengan al-Qur’an.

Berikut ini beberapa renungan bagi kita terkait dengan al-Qur’an untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan:

☑ masihkah kita merasa enggan untuk belajar al-Qur’an, atau merasa enggan untuk mengajarkannya, padahal Nabi kita mengatakan:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

☑ Bagaimana bacaan al-Qur’an kita, sudahkah kita membaca al-Qur’an dengan baik dan benar?, dengan memperhatikan huruf- huruf dan panjang pendeknya serta tajwidnya, sebab Allah Ta’ala berfirman:

(وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا)

Dan bacalah Al Quran itu dengan tartil (perlahan-lahan). [Surat Al-Muzzammil: 4].

☑ Apakah setiap kali kita membaca al-Qur’an, kita berusaha mentadabburi apa yang kita baca (memahami isi kandungannya), atau hanya sebatas membaca saja?, Allah Ta’ala berfirman:

(كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ)

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. [Surat Shad: 29].

☑ Cobalah kita mengingat, kira-kira sudah berapa lama kita jauh dari al-Qur’an, meninggalkannya dan melupakannya. Sungguh terkadang sudah lama kita meninggalkannya, namun kita tidak menyadarinya. Tentu kita tidak mau termasuk kedalam ayat Allah:

(وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا)

Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang ditinggalkan”.

[Surat Al-Furqan 30].

☑ Masihkah kita merasa berat membaca al-Qur’an walaupun hanya satu ayat atau bahkan satu huruf?, padahal pahala besar telah menunggu, satu hurufnya diganjar dengan 1 kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan.

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – : مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ.

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari al-Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya. Dan aku tidak mengatakan آلم satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan dalam kitab Shahih al-Jami’, no. 6469).

Bahkan orang yang bacaannya terbata-batapun tak luput dari mendapat pahala.

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Seorang yang lancar membaca al-Quran akan bersama para malaikat yang mulia yang senantiasa taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala.” (HR. Muslim).

☑ Inginkah rumah kita dihiasi lantunan al-Qur’an ataukah sepi dan sunyi dari kalam-kalam ilahi, atau malah siang malam hanya terdengar lantunan lagu dan nyanyian?

عَنْ أَبِى مُوسَى رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- : إِنِّى لأَعْرِفُ أَصْوَاتَ رُفْقَةِ الأَشْعَرِيِّينَ بِالْقُرْآنِ حِينَ يَدْخُلُونَ بِاللَّيْلِ وَأَعْرِفُ مَنَازِلَهُمْ مِنْ أَصْوَاتِهِمْ بِالْقُرْآنِ بِاللَّيْلِ وَإِنْ كُنْتُ لَمْ أَرَ مَنَازِلَهُمْ حِينَ نَزَلُوا بِالنَّهَارِ

“Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui suara kelompok orang-orang keturunan Asy’ari dengan bacaan al-Quran ketika mereka memasuki waktu malam. Dan aku mengenal rumah-rumah mereka dari suara-suara mereka membaca al-Quran pada waktu malam, meskipun sebenarnya aku belum melihat rumah-rumah mereka ketika mereka berdiam (disana) pada siang hari…” (HR. Muslim).

☑ ketika kita mendengar tilawah ayat-ayat al-Qur’an, bagaimanakah suasana hati kita? Hati kita merasa tenang dan tentram, atau malah hati kita merasa sempit dengan bacaan al-Qur’an?. Tidakkah kita tahu, bahwa Nabi sangat senang dan bahagia mendengar bacaan al-Qur’an.

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ’anhu, beliau berkata:

قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اقْرَأْ عَلَيَّ الْقُرْآنَ قَالَ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ أَقْرَأُ عَلَيْكَ؟ وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ؟ قَالَ: إِنِّي أَشْتَهِي أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِي ، فَقَرَأْتُ النِّسَاءَ حَتَّى إِذَا بَلَغْتُ: {فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلَاءِ شَهِيدًا} [سورة: النساء، آية رقم: 41] رَفَعْتُ رَأْسِي، أَوْ غَمَزَنِي رَجُلٌ إِلَى جَنْبِي، فَرَفَعْتُ رَأْسِي فَرَأَيْتُ دُمُوعَهُ تَسِيل

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Bacakanlah kepadaku al-Qur’an.” Ibnu Mas’ud berkata: Aku katakan, “Wahai Rasulullah! Apakah saya akan membacakannya kepadamu sementara ia diturunkan kepadamu?”. Beliau menjawab, “Aku senang mendengarnya dari orang selain diriku.” Maka aku pun membacakan surat an-Nisa’, ketika sampai pada ayat [yang artinya], “Bagaimanakah jika [pada hari kiamat nanti] Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi, dan Kami datangkan engkau sebagai saksi atas mereka.” (QS. an-Nisaa’: 41). Aku angkat kepalaku, atau ada seseorang dari samping yang memegangku sehingga akupun mengangkat kepalaku, ternyata aku melihat air mata beliau mengalir.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Demikianlah beberapa renungan yang berkaitan dengan al-Qur’an, agar kita tahu sejauh mana hubungan kita dengan al-Qur’an.

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita semua agar benar-benar bisa menjadikan Ramadhan sebagai syahrul qur’an dan agar hati kita cinta dengan al-Qur’an, sehingga kita termasuk menjadi orang-orang yang mendapatkan kemuliaan dari-Nya.

——————————————————

Oleh: Ustadz Abdul Basith, Lc

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s